Senin, 06 Juli 2020

PUISI I Senin

Langkah menyisiri sudut kota
membentuk jejak diri,suatu penghambaan
ada yang belum tuntas,yaitu
Sabda rindu yang belum usai 
Tidak benar-benar selesai
hingga tepat ujung jalan menghampiri.

Kemarin adalah saksi
Betapa kejujuran bukan akar dari masalah
Betapa keterbukaan adalah simpul 
keberlangsungan,
Dan senin hanya bisa menunggu,
kapan pikirannya seperti danau
tenang, tanpa menyudutkan air sungai.

Apa daya senin ini
belum mampu berdiri
tapi berani menopang lainnya.

Apa guna senin ini,
dipayungi rasa takut
takut melempar kecewa 
pada hamba yang tak pantas

Apa daya senin ini,
yang konon, hanya selalu menjadi pelampiasaan
setelah Ahad berbagi Ceria.
Senin, begitu tabah.

RESENSI I Orhan Pamuk-The Red Haired-Women

                     

Judul : The Red- Haired Women  (Kirmizi Sacli Kadin)

Penulis : Orhan Pamuk

Penerbit : Bentang Pustaka

Jumlah Halaman : 344 halaman, 20,5 cm

Tahun Penerbitan : Februari 2018

Tahun Terbitan (Kirmizi Sacli Kadin) :Februari 2016

Penerjemah : Rahmani Astuti

…………………….

Terkait Penulis

Penulis Merupakan seorang novelis, penulis script  sekaligus akademisi. Kecilnya, Dia di didik di sekolah Robert College di Istanbul dan melanjutkan untuk belajar arsitektur di Istanbul Technical University. Namun, ia meninggalkan sekolah arsitektur setelah tiga tahun, untuk menjadi penulis penuh waktu, lulus pada bidang Jurnalis di Universitas Istanbul pada tahun 1976. Sejak usia 22 hingga 30 tahun, Pamuk tinggal bersama ibunya, menulis novel pertamanya dan berusaha menemukan penerbit. Beberapa pengalaman hidupnya di abadikan lewat Novelnya The Black Book and Cevdet Bey and His Sons.

Orhan Meraih Nobel Kesusastraan pada tahun 2006, setelah Harold Pinter 2005. Pamuk mengalahkan Joyce Carol Oates, Argaret Atwood, Salman Rushdie and Bob Dylan. ( hahahah nama2nya baru terdengar pertama kali yah ) Namun Bob Dylan, 10 tahun setelahnya mencatatkan namanya peraih Nobel.

Ketika buku-buku Pamuk terjual lebih dari 200.000 eksemplar, dia dinyatakan sebagai penerima penghargaan yang berharga. Dia menjadi penerima Hadiah Nobel Sastra yang laris di Swedia, dan menciptakan sejarah baru. Pamuk merupakan warga negara Turki pertama yang dianugerahi penghargaan itu

Pamuk adalah orang yang kontroversial di negara asalnya, Turki. Dia tampaknya memiliki keinginan untuk mengekspos kebusukan di masyarakat dan karena itu secara publik menyentuh isu-isu seperti etnisitas, ras dan detail sejarah yang kontroversial yang dianggap tabu di Turki. Pamuk pernah diancam dan difitnah karena Pernyataanya, tetapi dia tidak akan mundur karena dia percaya tugas penulis menginformasikan dan menciptakan kesadaran tentang masalah yang nyata dan perlu diakui dan ditangani.

Pamuk  juga getol menyuarakan kemanusiaan. Tidak mudah patah terhadap ancaman pemerintah. Pada satu kutipan wawancara,beliau pernah mengkritik ……I said loud and clear that one million Armenians and 30,000 Kurds were killed in Turkey”. Beliau juga dalam wawancara peraih Nobel mengatakan"All those who criticize the government end up in jail. I’m angry about it". Di lain waktu dia pernah bilang juga, " i don't know how to shut my mouth". Pernyataannya di Atas mengundang Reaksi pengacara ultra-nasionalis, Kemal Kerinçsiz. Tuduhan dicabut pada 22 Januari 2006. Pamuk kemudian menyatakan niatnya adalah untuk menarik perhatian pada kebebasan berekspresi.

Hahah saya rasa ini bukan kalimat diplomatis, sebab sudah terulang dengan makna yang sama. Terlepas dari itu semua, sastra tetap sastra dan politik tetap politik. Tidak perlu digaduhkan antara keduanya. Saya belum tahu bagaimana pengenalan sastra lewat jalur politik. Tapi jika kita balik, mengenal politik lewat sastra, pasti lebih seru.

Karya karyanya sudah terjual sebanyak 13 juta buku dalam 63 bahasa. Masalah yang sering dihadapi dalam menerjemahkan bukunya ketika Juru alihbahasanya terkadang belum mampu menangkap nuansa halus seorang penulis yang sensitif, seperti Dia. Karya-karya Pamuk yang mendapat pujian meliputi Snow dan  My Name is Red. Lewat karya nya pamuk berbicara tentang hak bnayk orang dan Kemanusiaan.

Gaya Kepenulisan Pamuk. PostModernisme. Hahahaha wajarlah, di zaman paham ini lahir 1950 (an) lupa tepatnya. Jadi wajarlah buah yg jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Kutipan Wawancara Orhan

”Listening to my father—even at an early age—I had the impression that an author should address not the national concerns, but all humanity.”

Mendengarkan ayah saya — bahkan sejak usia dini — saya mendapat kesan bahwa seorang penulis seharusnya tidak membahas masalah nasional, tetapi seluruh umat manusia

Penerjemah : Rahmani Astuti, beliau salah satu penerjemah buku. Sy yakin di antara kalian Pasti pernah bersentuhan dengan karya beliau, beliau pernah menerjemahin buku Linda howard dan Sandra Brown. Klo belum ingat, ada yg tahu Dunia Sophie karya JS penerbit mizan. Yahhh itu buah tangan dari beliau. Hahaha

 

Tentang Buku

Dengan tebal 344 halaman Pamuk mengangkat isu etnik. berisi tentang dikotomi budaya Timur dan Barat. Barat yg kental dengan hedonnya, dan askitisisme adalah paham yang dianut Timur. Tema yang berat tapi jika dibawa lewat platform novel jadi terasa ringan. Terselip banyak satire² sosial.

Mengangkat isu etnik rupanya tidak semudah yg dibayangkan. Tidak semua orng² sekitar akan menerima dengan tangan terbuka. Tidak di Indo ataupun di Turki. Salah satu novel Indo yg mengangkat etnik adalah Orang Orang Oetimu -Felix K Nesi- Pemenang Sayembara DKI 2018.Yahhh sudah diikutkan beberapa tahun sebelumnya tapi belum menemukan peruntungannya. Dan belakangan, Felix baru mulai menemukan musuh musuhnya.

            Bukunya Berlatar Turki, Berlatar turki tahun pertengahan abad 19, yg mana Istanbul adalah ibukota. Istanbul dulunya yang bernama Byzantium adalah yang mana turki menjadi  tempat dominan di empat kekaisaran Besar: Kekaisaran romawi, Romawi timur, Kekaisaran Latin, Dan terakhir kekaisaran Utsmaniah.

dengan alur maju-mundur rasanya sudah tepat sekali. Teknik yang digunakan Narrative technique, hematnya pemeran utama bukan satu satunya narator. Tapi Pamuk memberikan karakter lain untuk menjadi narator dalam ceritanya. Yahh jadi kita tidak merasa semua Pemain punya peran penting dalam cerita. Dan kelebihannya, Hal2 yg absurd dan sulit terjangkau di kepala bias terjawab ketika karakter lain yg berbicara. Seperti Si Rambut merah ternyata adalah simpanan ayahnya semenjak masih berafiliasi dgn golongan kiri. Yahhh kembali kepada kepala masing, cocoknya yg mana.

            Dan juga Pamuk Lebih banyak mengambil referensi literatur timur. Seperti  kisah Sohrab dan Rostam dari Irak,  Laila Ve Mecnun dan menyinggung sedikt kisah Nabi Ibrahim As.

             Ohh Iya klo bahasa turkinya sendiri Cuma 200 an halaman. Dan buku ini pernha dijadikan bahan kajian linguistik di salah satu univ d Turki. Jika disini ada pembaca militan, keknya bisa habis seblum 1x24 jam. Hahahaha

 

………………

Ongoren, Turki.

Ada tiga bagian, dua yang pertama tampaknya diceritakan oleh Cem Celik, anak seorang anggota golongan kiri yang pada pertengahan 1980-an ayahnya direbut dari keluarganya oleh polisi negara, dan kemudian meninggalkan rumahnya karena alasan yang lebih egois. Ini membuat Cem merasa betul betul kehilangan sosok ayah. Cem kemudian mencari pengganti ayah, yang ia temukan dalam sosok Tuan Mahmut, seorang penggali sumur yang mempekerjakannya sebagai pekerja magang. Cem terpaksa harus ikut magang dengan Tuan Mahmut, untuk memenuhi biaya pendidikannya.

Bepergian dengan Mahmut ke pedesaan dekat Istanbul, Cem belajar bagaimana seorang figur ayah dapat menginspirasi, memberi rasa takut serta kasih sayang, dan bagaimana menciptakan rasa mandiri dalam diri.

Ketika dia melihat seorang wanita misterius berambut merah di salah satu pasar, malamnya dia berangkat ke desa Ongoren setempat. Dia ternyata terikat pada teater keliling dongeng moralitas. Cem terobsesi dengan kisah Oedipus , yang tentu saja tentang pada pembunuhan seorang putra terhadap ayahnya, dan wanita di teaternya menampilkan versi kisah Sohrab dan Rostam, di mana seorang ayah membunuh putranya.        

Cem terus menerus menimbang kisah teater itu dan membandingkan peran takdir, contoh sejarah, peringatan mitos, dan aliran kehidupan sehari-hari. Cem tidak lagi melanjutkan pekerjaannya menggali sumur. Dia melakukan kesalahan, menjatuhkan periuk ke dalam sumur. Karena ketakutan, akhirnya Dia berlari pergi tanpa menolong Tuan Mahmut.

Bagian pertama ditutup dengan Cem dan Wanita berambut merah itu yang pergi bersama "Aku sudah cukup tua untuk menjadi ibumu," dia memberitahunya dengan tidak menyenangkan.

Pada awal bagian kedua, di mana Cem kembali ke Istanbul, dia menemukan kekasih baru, Ayse, Keluarga Cem yang Ia Nikahi. Mereka mendirikan perusahaan bernama Sohrab; mereka terus merenung tentang kisah Oedipus; mereka berkeliling dunia melihat manuskrip epik nasional Iran Shah-nameh, di mana Abolqasem Ferdowsi menceritakan kisah pembunuhan Sohrab oleh ayahnya Rostam.

 

Dan efeknya? Ketika Cem dan Ayse mulai melihat masalah politik yang lebih besar yang diangkat oleh kisah-kisah ini, maka kita mulai membaca The Red-Haired Woman sebagai perumpamaan tentang Turki masa kini: tentang cedera dan aspirasi yang mengarah pada pemilihan pemimpin yang otoriter, dan tentang bermacam-macam bahaya dari proses semacam itu.

“Tampaknya kita semua ingin ayah yang kuat dan tegas memberi tahu kita apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” kata Cem. “Apakah karena sangat sulit untuk membedakan apa yang harus dan tidak seharusnya kita lakukan, apa yang moral dan benar dari apa yang berdosa dan salah? Atau apakah itu karena kita terus-menerus perlu diyakinkan bahwa kita tidak bersalah dan tidak berdosa? Apakah kebutuhan akan seorang ayah selalu ada di sana, atau apakah kita merasakannya hanya ketika kita bingung, atau sedih, ketika dunia kita berantakan? ”

Pada bagian ketiga, kita menemukan Cem ditarik kembali ke Ongoren pada akhir narasinya. Sisa dari novel ini berkisar di antara pergumulan antara kekuatan cerita, memori kenangan lama bersama Tuan Mahmud dan Wanita berambut merah. Cem terus terbayang kisah Oedipus dan Sohrab. Apakah takdir membawanya seperti Sohrab ? Atau membawanya seperti Oedipus. ?

Terakhir, Orhan Pamuk menyampaikan pesan penting kepada pembaca lewat monolognya. Novel itu harus masuk akal, seperti kisah nyata dan tidak terasa asing seperti mitos. Dengan demikian semua orang dapat mengerti apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Kalau kata Andrea Hirata, Novel itu tidak hanya sekedar fiksi; yaitu mengadakan sesuatu yang tidak ada, tetapi fiksi adalah proses berpikir.

Buku ini sangat mudah didapatkan di toko buku terdekat rumah anda. Selamat membaca

Sekian, semoga bermanfaat. Salam 

 

 

 

 


Minggu, 05 Juli 2020

PUISI I Tak Ada Hujan di Juni Kairo

Tak Ada Hujan di Juni Kairo

Semesta tahu, dan sudah mengatur
kapan semi berakhir dan diganjar hujan
menyapa pisah bumi dengan guguran indah
menggelesar perlahan, kabut adalah ampasnya

Juni terlalu cepat pada kisah yang permai
terlalu sempurna untuk cinta yang paripurna
Dalam kenangku
Akal bergerak bebas, bak burung tak kenal rumah
Tidak ingin pergi dan tak tahu kembali

Saya siap... Juni menjadi pelik
Meski tak ada hujan yang menyirami rasa
tak ada rintik yang jatuh meletis pelipis
sebab sepengetahuanku, di Juni, Kairo tidak pernah mendung

Semua menjadi kekasih,tak perlu sempurna, 
cukup mengisi untuk jadi paripurna, Mungkin Seperti semi.
Yahh, jadi semi di Kairo.
yang selalu abadi menunggu sukses hujan dan pergumulan awan pekat
Seorang diri duduk tabah di atas pangkuan bumi,
menatap langit dan menunggu jawaban singgasananya.
Meski ingat,hujan tidak akan turun di Juni Kairo.

Kairo, 01 Juni 2020

Senin, 09 Desember 2019

Catatan Perjalanan Rasa, Karya Fahd Pahdepie



- Kita hidup bukan hanya untuk melengkapi kebahagiaan kita sendiri tetapi juga menyempurnakan kebahagiaan orang lain juga.

- Hiduplah untuk memenuhi apa yang kamu butuhkan, dan matilah jika hanya terus menerus menjadi budak bagi apa yang kamu inginkan.

-Berhentilah gelisah. Tak usah percaya pada hitungan hitungan. Hiduplah dalam keberkahan. Lihatlah dari apa yang terjadi pada orang terdahulu ; KEINGINAN adalah sumber PENDERITAAN.

-Filosofi Sungai-.   
 "Sesuatu yang tak bisa dihitung tetapi menghidupkan". Air tak bisa kita hitung sebab ia terus mengalir. Ada siklus yang tak putus memberikannya kehidupan. Lalu ia memberikan kehidupan apa yang ikan, tanaman yang ada didalamnya, dan menumbuhkan apa yang ada disekitarnya.
Hiduplah seperti sungai yang terus mengalir, jangan membendungnya apalagi menghitung hitungnya.
Hiduplah seperti sungai yang senantiasa memberikan hidup tanpa belasan harap meski menanggung beban sampah manusia dan telah ditolak untuk pulang ke laut.

Qoute Cinta Laki Laki Biasa, Karya Asma Nadia

- Cinta sejati seperti udara,
betapa keras kau embuskan,
Dia akan kembali memenuhi
Rongga dadamu dengan kehidupan.

- Bahagia itu ketika kita mampu Mensyukuri apa yang kita dapatkan.
Begitupun sebaliknya.

- Aku yang mencintai,
Dan yang dicintai adalah aku. Kamu adalah 2 ruh yang diciptakan untuk menghuni satu badan.

- Rindu terjadi saat partikel partikel
 memori menjadi sebuah kenangan.

- Cinta sejati adalah cinta yang mampu menciptakan ruang gerak bagi pasangannya u/ berkembang dan menjadi versi terbaik bagi dirinya.

Resensi Novel Orang Orang Biasa



Judul      : Orang-orang Biasa (Ordinary People)
Penulis.  : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
ISBN.      : 978-602-291-524-9
Halaman: xii + 300
Cetakan : Pertama tahun 2019
Genre.    : Fiksi
 

Balas kasihku kepada tetangga lemari, meminjamkan koleksi barunya sekaligus memerawani karya terbaru Pak Cik, OOB.
OOB adalah karya ke -11 dari Andrea Hirata. Setelah Pohon Sirkus 2017 yang sempat saya boyong ke Sini, tapi sekarang entah dimana rimbanya bersandar.

Pepatah tuah, Tak kenal maka tak sayang,  jika ingin kenal janganlah mulai dari belakang. Di Awal, ada 3 poin yang yang membuat saya begitu antusias saat pandang pertama. 

Pertama, di sampul buku. Keyakinan Jill Simmons bahwa OOB akan menjadi Best seller Internasional setelah Laskar pelangi.

Kedua, di lembar pertama. Pak Cik membuka lembaran pertama dengan kalimat, "Fiksi,bukan hanya membuat yang tidak ada menjadi ada tapi lebih ke proses berpikir". Ini mungkin isyarat bahwa karyanya bukan hanya sekedar Fiksi.

Ketiga, di kata pengantar. Karya ini merupakan manifestasi kekecewaan dari Pak Cik yang gagal mempertahankan cita cita seorang anak untuk masuk Fakultas Kedokteran. Bukan karena bodoh, tapi karena tidak mampu menutupi persyaratan administrasi.

Curiga adalah bahasa yang tidak dipahami di pengadilan.
Pengakuan yang dibangun dengan asas ini mentah dan mudah dipatahkan.

Dalam buku ini, Andrea Hirata menyelipkan satu istilah yurispundensi barat, "Corpus Delicti".
Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan Inspektur Rojali yang kalut malut dalam mengungkap kejahatan tanpa bukti.
Hematnya, Tak mudah menjerat dan menghukum pelaku pembunuhan jika tak ditemukan orang mati

Istilah ini dipopulerkan Oleh Pdt. Erastus Sabdono, Corpus Delicti sendiri berasal dari kamus hukum peradilan Barat yang berarti bahwa kesalahan harus dibuktikan sebagai suatu kesalahan sebelum terdakwa dibawa kepengadilan atau ketika terdakwa dibawa ke pengadilan harus cukup bukti bahwa terdakwa bersalah. Istilah hukum ini dipakai oleh Pdt Erastus untuk membuat ajaran barunya mengenai iblis, manusia, dan Yesus.

Sejurus dengan laskar pelangi, OOB  berisi  kritik sosial dan pedas dunia pendidikan. Rasa rasanya itu sudah menjadi brand khusus bagi Pak Cik, membangun  narasi yang dengan gaya satire dan  mahir dalam menulis materi jenaka, Manissss.
Penokohan. Agak sulit memetakan karakter setiap tokoh, dengan sudut pandang 10 gerombolan + inspektur Rojali dan sersannya. Olehnya, Kurang lebih 5-6 jam dengan estimasi 3 hari OOB saya tamatkan.
Mungkin bisa saja saya habiskan 3 jam secara langsung, tapi saya menunda ke hari selanjutnya untuk lebih menghidupkan karakter setiap tokoh.

Nb. Lebih menarik melihat secara langsung daripada harus mendengarkan perkataan orang lain.

Jika Kau Mulai Ragu


Selamat Pagi

Sebelum huruf pertama ini saya ketik, tontonan YouTube sepertinya didesain untuk mengingatmu.
Apa kabar pagi ??
Apakah hari ini akan turun hujan ??
Apakah Dewi hujan sedang baik baik saja ??
Di satu malam musim panas, tepatnya di pekarangan rumah, paralel lampu menghiasi sisi pekarangan,  dip sana ada beberapa bintang bergelantungan, angin ikut bertiup sepoi sepoi menghembus pohon, sangat pas dengan iringan instrumen Mozart, sangat menenangkan.
Ada 2 insan di sana, sejak tdi beradu dansa, saling berbisik, berucap kata kasih, dan saling berbalas sayang. Manusia lahir dan tumbuh kembang tak luput dari kasih sayang. Betapa Tuhan sangat mencintai manusia

Sang Pangeran berbisik,
"Kamu baik baik yah, selalu jaga kesehatan. Saat kau bilang kesukaanmu dengan salah satu makanan instan, bukannya saya mendukungmu dengan mengiyakan,tapi saya ingin kamu sadar dengan apa yang menjadi inginmu. Makanan instan sangat berbahaya bagi kesehatan apalagi Jika tidak diimbangi dengan makanan bergizi lainnya.  Hidupku sudah cukup tersiksa tanpamu kala itu, jangan biarkan hal seperti inj mencuri waktuku darimu lagi. Still with me everytime.

Jika kamu sakit kepala, bukannya saya tidak peduli dengannmu. Saya hanya ingin kamu bertindak dengan mandiri, jika suatu saat saya telah pergi, kamu dalam keadaan siap untuk mengambil suatu keputusan.
Dan yang saya lakukan saat itu terjadi, mungkin saya orang pertama yang mendoakan kesembuhan mu sambil terisak.

Jika kamu berjalan berdua dengan teman lelakimu, bukan berarti saya menyetujui tindakanmu dengan basa basiku saat itu.
Tapi itulah cara saya agar terlihat lebih kuat dari yang kau kira.
Cemburu ?? Kertas mana yang tidak terbakar saat didekatkan dengan api ??
Masih ingatkah, saat kau menelponku malam itu dan terisak ?? Kalau boleh izin kpda Tuhan, Akan ku telan semua air matamu, betapa enggannya diri ini melihatmu demikian.

Masih ingatkah, waktu kau cerita  sosok lelaki yang datang kerumahmu untuk melamarmu. Waktu itu, seperti tidak ada lagi yang perlu saya ceritakan kepadamu. Mungkin karena saya takut dengan persaingan, mungkin karena saya egois. Tapi inilah kejujuran hatiku saat itu. Saya takut kamu dimiliki orang lain, bukan saya.
Masih ingatkah, kata yang dulu saya ucapkan. Peganglah itu, dan jika suatu saat nanti hal itu berubah, dan kau meragu mungkin karena kau tidak setulus dari hati ini terhadapmu.

#fiksi
#pagi
#hiburansebelumujian

Upaya Pendekatan Antar Mazhab

 Ijtihad adalah sebuah jalan yang telah digariskan dan komitmen pada program tertentu.Semua fakih dan mujtahid telah sepakat dalam prinsip-p...